Perbandingan Gempa Sumatra 2004 dan
Gempa Jepang 2011
2 gempa terjadi di 2 negara berbeda
dengan kekuatan yang di bilang masif dan katastrofik terjadi dalam kurun 10
tahun dengan kekuatan diatas 9 Mw. Gempa pertama terjadi di negara kita negara
Republik Indonesia dengan kekuatan 9.1 Mw dengan tsunami dengan ketinggian 34.5
meter. 7 tahun berselang Gempa besar lainnya mengguncang Negara Jepang dengan
kekuatan 9 Mw dengan Tsunami setinggi 10 meter dan membuat seluruh samudra
pasifik mengeluarkan Peringatan Tsunami. Kali ini kita akan melihat manakah
gempa paling merugikan, menghancurkan, dan terbesar dari kedua gempa ini.
1. Kekuatan
1. Kekuatan
Yang pertama kita akan membahas siapakah yang
terkuat dari kedua gempa ini. Gempa 2004 adalah gempa terkuat ketiga yang
pernah tercatat, Gempa dengan kekuatan 9.1 Mw ini sama saja meledakkan 950
megaton TNT atau 47.500 butir bom Hiroshima. Sedangkan gempa kedua atau Gempa
Jepang memiliki kekuatan 9.0 Mw atau sama saja meledakkan 475 megaton TNT atau
23.700 butir bom Hiroshima.
2. Durasi
Durasi gempa akan sangat lama bila
lempeng yang patah semakin panjang inilah yang terjadi di kedua gempa tersebut.
Gempa Sumatra 2004 berhasil mematahkan 1200-1300 km yang membentang dari barat
daya NAD hingga kepulauan Nikobar, dengan kecepatan 2.5 Km/detik bila kita
kalkulasikan durasinya selama 8 menit. Dan Gempa Jepang 2011 berhasil mematahkan
500 km ke arah Selatan dengan kecepatan 3,3 km/detik dan bila dikalkulasikan
gempa ini berdurasi 3 menit.
3. Tsunami
Kedua gempa ini tentu saja
menghasilkan bencana sekunder yang paling di takutkan yaitu Tsunami. Tsunami
Gempa Sumatra Memiliki run up tertinggi di Lhoknga dengan ketinggian 34,5
Meter, Tsunami ini juga memiliki ketinggian 20.3 Meter di Banda Aceh, diatas 10
meter di pesisir NAD dan Sumatra Utara, Diatas 6 meter di Thailand, dan 4 meter
di Srilanka. Tsunami ini juga memproduksi kekuatan setara dengan 5 Megaton TNT.
4. Kerugian
Di mana ada bencana pasti ada
ruginya itulah yang terjadi di kedua gempa ini. Gempa Sumatra 2004 membuat
hampir 50 persen bangunan hancur di Banda aceh dan mengakibatkan korban jiwa
sebanyak 126.000 orang di seluruh Sumatra total kerugian sekitar 54 triliun
rupiah. Sedangkan Gempa jepang membuat kerugian yang sangat luar biasa atau
2.610 TRILIUN RUPIAH! dan gempa jepang dinobatkan gempa termahal di dunia.
5. Deformasi Kerak Bumi
Deformasi kerakbumi merupakan
implikasi langsung dari gempa bumi tektonik, karena gempa bumi jenis ini
sebenarnya disebabkan oleh terpatahkannya luasan segmen kerakbumi tertentu yang
kemudian bergerak melenting menempuh jarak tertentu pula. Besarnya magnitude
momen dalam sebuah peristiwa gempa akbar disebabkan oleh luasnya segmen kerak
bumi yang terpatahkan diikuti dengan besarnya jarak lentingannya. Implikasi
dari pergerakan ini luar biasa, karena terasakan oleh segenap penjuru permukaan
Bumi sehingga menghasilkan sejumlah perubahan berskala global meski secara
kuantitas sangat kecil. Gempa Sumatra 2004 dihasilkan oleh pematahan kerak bumi
seluas 1.600 x 100 km persegi yang kemudian melenting ke arah barat sejauh
(rata-rata) 20 meter. Karena pematahannya bersifat naik miring (oblique thrust)
maka gerak lentingan ini diikuti dengan terangkatnya dasar laut (uplift) di
atasnya hingga sebesar 5 meter. Proses ini secara pelan-pelan berdampak pula
bagi kerak bumi di seluruh penjuru dunia, yang rata-rata bergeser 2 cm kecuali
di dekat sumber gempa. Di ujung utara Pulau Sumatra (yang berdekatan dengan
sumber gempa) terjadi pergeseran mendatar sebesar 5-6 meter ke barat dan ambles
(subsidence) 1 meter. Posisi kutub utara pun bergeser 6 cm dari semula menuju
ke garis bujur 145 BT. Pergeseran-pergeseran ini ditambah besarnya energi gempa
menyebabkan periode rotasi Bumi diperpendek 2,7 mikrodetik. Sementara gempa
Jepang 2011 juga dihasilkan oleh pematahan kerak bumi namun dengan luas 500 x
150 km persegi yang melenting ke arah timur sejauh (rata-rata) 18 meter serta
menghasilkan pengangkatan dasar laut sebesar 4 meter. Konsekuensinya daratan
pulau Honshu pun tergeser 2,5 meter ke arah timur dan terjadi pengamblesan
sebesar 0,5 meter. Karena lokasi gempa akbarnya lebih berdekatan dengan kutub
utara, konsekuensinya terjadi pergeseran kutub lebih besar, yakni mencapai 25
cm. Rotasi bumi pun diperpendek 1,8 mikrodetik dari semula.
6. Tektonik
Gempa Sumatera terjadi di daerah
yang belum pernah diperkirakan karena Zona Subduksi ini sudah sangat tua atau
umurnya sudah 90 juta tahun karena Lempeng yang tua biasanya Lempengnya sudah
lebih padat dan diestimasikan lebih stabil. Gempa ini juga kerap terjadi di
tahun 964 dan 1400 dengan selisih sekitar 400-600 tahun. Subduksi ini di dorong
oleh lempeng samudra hindia dengan kecepatan 58 mm/tahun. Gempa ini
menghasilkan Skala MMI 9 atau keras
Sedangkan di Jepang Tsunaminya memiliki Run Up tertinggi 24 meter di daerah pesisir Ofunato, Tapi di Wikipedia menyebutkan ketinggian Tsunami setinggi 38,9 Meter di Miyako. Tapi Tsunami ini hanya memiliki kekuatan setara dengan 550 Kiloton TNT. Tsunami ini juga membuat kepanikan di seluruh pesisir di Samudra Pasifik di karena kan peringatan Tsunami.
Sedangkan di Jepang Tsunaminya memiliki Run Up tertinggi 24 meter di daerah pesisir Ofunato, Tapi di Wikipedia menyebutkan ketinggian Tsunami setinggi 38,9 Meter di Miyako. Tapi Tsunami ini hanya memiliki kekuatan setara dengan 550 Kiloton TNT. Tsunami ini juga membuat kepanikan di seluruh pesisir di Samudra Pasifik di karena kan peringatan Tsunami.
Selanjutnya Gempa jepang 2011 ini
Terjadi di lempeng Subduksi yang didorong oleh lempeng Pasifik dengan kecepatan
92 mm/tahun. Di subduksi ini memiliki banyak sejarah gempa yang berawal dari
tahun 869. Ilmuan gempa di jepang sudah memprediksi akan terjadinya gempa
disini tapi tidak diatas 8 Mw. Gempa di daerah sini juga sering terjadi dengan
kekuatan diatas 8.4 Mw. gempa ini menghasilkan skala MMI 9 juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar